TERPI OKUPASI DAN BERMAIN

Published 12 April 2012 by dyasahara

TERAPI OKUPASI

Sering kita mendengar istilah-istilah okupasi dan fisioterapi dalam pemberian latihan pada anak berkebutuhan khusus, khususnya untuk anak tudaksa dan tunagrahita. Secara umum, fisioterapi dan okupasi terapi memiliki kesamaan berupa latihan gerakan yang dilakukan untuk suatu tujuan tertentu, namun dalam penerapannya memiliki teknik masing-masing. Untuk latihan dengan fisioterapi anak merasa bahwa ia sedang melakukan kegiatan untuk suatu tujuan tersebut, karena anak dikondisikan sedemikian rupa agar proses fisioterapi dapat dilaksanakan semaksimal mungkin. Namun pada terapi okupasi, anak tidak sadar bahwa ia sedang melakukan kegiatan untuk suatu tujuan, karena dilakukan dengan cara yang menyenangkan, bermain dan belajar.

Fisioterapi sendiri adalah salah satu upaya pelatihan gerakan dengan cara melakukan gerakan melalui bantuan hukum-hukum alam agar gerakan yang sebelumnya lebih baik atau tidak semakin memburuk.

Sedangkan terapi okupasi adalah suatu kegiatan yang diberikan pada waktu luang dengan tujuan untuk memberikan latihan atau usaha perbaikan tertentu agar lebih baik dari  sebelumnya.

v  Tujuan Terapi Okupasi yaitu

1. usaha untuk daya guna (karena terapi okupasi hanya sebagai sarana & bukan menghasilkan) gerak anak.

2. mengembalikan atau memperbaiki kondisi sebaik mungkin dengan memberikan aktivitas tertentu yang terencana dan berurutan

3. memberikan daya kreativitas dan mentalitas yang lebih baik.

v  Jenis Terapi Okupasi

  1. Berdasarkan obyek terapi
    1. Fisik : memberikan terapi yang membantu melatih gerakan kaki dan atau tangan. Misalnya saja dengan lempar bola, menyusun puzzle, menendang bola, dll
    2. Mental : memberikan terapi yang dapat melatih dan mengembangkan bakat, kreativitas dan rasa percaya diri. Misalnya saja dengan menari, menyulam, menempel, dll.
  2. Berdasarkan tujuan terapi
    1. Terapi yang ditujukan untuk melatih kekuatan otot dan syaraf serta fungsi gerak
    2. Terapi yang ditujkan sebagai hiburan/kesenangan agar dapat mengrangi rasa rendah diri&memupuk semangat kerja
  3. Berdasarkan bentuk kegiatan
    1. ADL (Activity Day Learning) : terapi yang dilakukan dengan memberikan ketrampilan hidup lebih mandiri dan trampil. Misalnya saja dengan latihan menali sepatu, latihan mengancingkan baju, dll
    2. Permainan : terapi yang berbentuk bermain untuk memberikan kesenangan dan sosialisasi yang baik. Misalnya dengan bermain lempar bola, bermain tebak kata, dll.
  4. Berdasarkan anggota terapi
  5. Perorangan : terapi yang dilakukan secara individual. Hal ini dapat terjadi karena anak yang masih sulit beradaptasi dengan lingkungannya atau kurang kooperatif.
  6. Kelompok : terapi yang dilakukan secara bersamaan dengan kegiatan yang membuat perlu adanya kebersamaan.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: