TERPI OKUPASI DAN BERMAIN

Published 12 April 2012 by dyasahara

TERAPI OKUPASI

Sering kita mendengar istilah-istilah okupasi dan fisioterapi dalam pemberian latihan pada anak berkebutuhan khusus, khususnya untuk anak tudaksa dan tunagrahita. Secara umum, fisioterapi dan okupasi terapi memiliki kesamaan berupa latihan gerakan yang dilakukan untuk suatu tujuan tertentu, namun dalam penerapannya memiliki teknik masing-masing. Untuk latihan dengan fisioterapi anak merasa bahwa ia sedang melakukan kegiatan untuk suatu tujuan tersebut, karena anak dikondisikan sedemikian rupa agar proses fisioterapi dapat dilaksanakan semaksimal mungkin. Namun pada terapi okupasi, anak tidak sadar bahwa ia sedang melakukan kegiatan untuk suatu tujuan, karena dilakukan dengan cara yang menyenangkan, bermain dan belajar.

Fisioterapi sendiri adalah salah satu upaya pelatihan gerakan dengan cara melakukan gerakan melalui bantuan hukum-hukum alam agar gerakan yang sebelumnya lebih baik atau tidak semakin memburuk.

Sedangkan terapi okupasi adalah suatu kegiatan yang diberikan pada waktu luang dengan tujuan untuk memberikan latihan atau usaha perbaikan tertentu agar lebih baik dari  sebelumnya.

v  Tujuan Terapi Okupasi yaitu

1. usaha untuk daya guna (karena terapi okupasi hanya sebagai sarana & bukan menghasilkan) gerak anak.

2. mengembalikan atau memperbaiki kondisi sebaik mungkin dengan memberikan aktivitas tertentu yang terencana dan berurutan

3. memberikan daya kreativitas dan mentalitas yang lebih baik.

v  Jenis Terapi Okupasi

  1. Berdasarkan obyek terapi
    1. Fisik : memberikan terapi yang membantu melatih gerakan kaki dan atau tangan. Misalnya saja dengan lempar bola, menyusun puzzle, menendang bola, dll
    2. Mental : memberikan terapi yang dapat melatih dan mengembangkan bakat, kreativitas dan rasa percaya diri. Misalnya saja dengan menari, menyulam, menempel, dll.
  2. Berdasarkan tujuan terapi
    1. Terapi yang ditujukan untuk melatih kekuatan otot dan syaraf serta fungsi gerak
    2. Terapi yang ditujkan sebagai hiburan/kesenangan agar dapat mengrangi rasa rendah diri&memupuk semangat kerja
  3. Berdasarkan bentuk kegiatan
    1. ADL (Activity Day Learning) : terapi yang dilakukan dengan memberikan ketrampilan hidup lebih mandiri dan trampil. Misalnya saja dengan latihan menali sepatu, latihan mengancingkan baju, dll
    2. Permainan : terapi yang berbentuk bermain untuk memberikan kesenangan dan sosialisasi yang baik. Misalnya dengan bermain lempar bola, bermain tebak kata, dll.
  4. Berdasarkan anggota terapi
  5. Perorangan : terapi yang dilakukan secara individual. Hal ini dapat terjadi karena anak yang masih sulit beradaptasi dengan lingkungannya atau kurang kooperatif.
  6. Kelompok : terapi yang dilakukan secara bersamaan dengan kegiatan yang membuat perlu adanya kebersamaan.

IN LIFE

Published 14 Maret 2012 by dyasahara

TOGETHER IN CAMPUS

GALS

Sudah banyak masa yang terjadi sampai usiaku kini 22 tahun. Banyak kejadian yang mengerahkan semua ekspresi, emosi dan usahaku sebagai salah satu makhluk Allah yang ingin menjadi lebih baik. Dan semua itu kembali menjadi kenangan ketika usiaku sudah sekian.

Beberapa kenangan yang  tidak terlupakan adalah ketika masa-masa kuliahku bersama teman yang sering menyebut nama perkumpulannya sebagai “GALS”. Nama ini sebenarnya hanya diambil dari komik Gals yang saat itu aku dan salah satu temanku baca, yaah meskipun tidak semuanya menyukai komik, tapi tidak ada yang salah dengan nama itu karena memang semuanya adalah cewek. Aku sering tak suka ini disebut “genk” karna sering kata itu berkonotasi negatif, jadi cukup perkumpulan saja :p. Semua teman yang lebih kusebut sahabat ini memiliki kesan kepribadian bagiku, seperti :

1. Si Easy Going (Vivin)

Ia adalah kenalan pertamaku saat memasuki kampus. Kita berkenalan dalam kamar asrama yang saat itu menjadi kamar sementara. Meskipun ia bertahan di kampus hanya untuk 3 semester saja, tapi aku merasa bisa memberikannya kesan  Easy Going karena kesanku pada sahabatku ini adalah selalu kemanapun tempat yang ia suka. Ia lebih senang bermain ke luar daripada berdiam di kamar hanya untuk mengobrol lama dengan teman-temannya. Ia memiliki sikap berani yang membuat ia lebih bisa diandalkan oleh sahabat lainnya yang memang saat itu belum benar-benar memahami tentang dunia jurusan kita. Ia yang juga selalu berusaha baik dengan orang lain membuatnya lebih bisa dekat dengan orang.

Kenangan tak terlupakan bersamanya adalah saat kita bertengkar karena kurangnya komunikasi. Aku yang saat itu merasa emosi melihat ia membanting HP di depanku karena ketidaknyamanannya diberikan pertanyaan, malah membanting sepatu di depannya…HAHHAHAH…kejadian yang membuatku merasa bodoh. Tapi tak sampai 1 jam berikutnya kita malah saling nangis untuk minta maaf.

2. Si Bijak (Sari)

Ini adalah teman kedua yang kuajak kenalan di asrama. Saat pertama mengenalnya aku memiliki kesan ia adalah penganut Islam yang fanatik, tapi setelah beberapa hari aku mengenalnya, ia alim tapi tidak fanatik layaknya orang fanatik Islam lainnya. Ia adalah si bijak yang selalu terlihat tenang saat ada masalah, ia jarang sekali menunjukkan emosinya dan berusaha sabar menghadapi siapa saja. Ia adalah orang yang takkan lama-lama marah dengan orang dan akan selalu menyadari kesalahannya.

Sang bijak adalah kesan yang ada di otakku mengingat ia yang selalu mengingatkan dan  memberikan bantuan bagi mereka yang memang merasa butuh. Tapi karena ketenangannya dalam menghadapi masalah inilah yang kadang membuatku kesal, karena aku jadi merasa diacuhkan saat memang memerlukan kerjasama dengannya, padahal sebenarnya ia juga memikirkannya. Barulah setelah  aku mengajaknya berdiskusi ia mengungkapkan apa idenya. Aku selalu nyaman bearada dengannya, karena ia memang orang yang bisa diandalkan.

Kenangan bersama ia yang tak terlupakan adalah ketika kita penelitian bersama guna menyelesaikan skripsi. Kesan bersama dan berbagi berdua yang kita ciptakan di kos sering membuat aku merasa ingin mengalaminya lagi, belum lagi karena penguji skripsi kita sama, kita sering mengalami nasib sedih dan senang selalu bersama.

3. Si Molek (Imel)

Pertama kali aku melihatnya, ia adalah cewek yang cantik dan proposional dengan tinggin mencapai lebih dari 160cm. Rambutnya yang dibuat lurus, cara berpakaiannya yang modis, serta matanya yang besar membuat aku merasa ia adalah cewek yang sedikit judes (sinis), tapi setelah berkenalan, aku paham ia cewek yang ramah dan apa adanya. Ia adalah GALS termuda.

Aku mempunyai kesan ia molek karena meskipun baju yang ia pakai modis seperti banyak orang lainnya dan meskipun dandanan yang sering lebih ia tonjolkan hanya rambut, tapi ia adalah anak seorang pemilik salon, jadi kosmetik dan tatanan rambut yang ia tampilkan selalu terlihat seperti ia paling sering bermolek. Karenanya tak heran jika segala yang berbentuk tampilan fisik banyak yang meminta pendapatnya. Selain itu ia juga memiliki suara yang merdu dan pintar menggambar, sehingga banyak yang meminta bantuannya untuk membuat sebuah media gambar sebagai tugas.

Banyak kenangan yang berkesan dengan sahabatku ini, karena ia hampir selalu ada dalam kejadian yang menyenangkan, tapi yang tak terlupakan adalah kejadian bodohku yang sampai sekarang kusesali mengapa aku demikian adalah ketika ia menggodaku merusakkan boneka pemberiaan orang spesialnya waktu itu. Aku yang antara percaya dan tidak jika rusak karena aku malah emosi dan memberikan uang untuk mengganti bonekanya. Tapi karena emosinya aku malah nangis gak jelas, tapi setelah itu ia meminta maaf dalam keadaan diriku yang emosi. Memang seharusnya aku tak seemosi itu…CKCKCKCK….

4.  Si Cuek (Ani)

Ketika mengenalnya aku tak tau kalo dia seharusnya adalah kakak kelasku. Ia adalah orang yang selalu berusah melakuakn sesuatu yang ia harus lakukan, tapi terkadang ia memang tidak ingin ribet jika memang sudah ada yang melakukannya. Ia adalah GALS pertama yang menikah (tidak MBA!!!!!) yang kemudian dikaruniai seorang anak perempuan.

Kesan cuek aku dapat dari dirinya yang tidak terlalu memperdulikan omongan orang tentangnya, selama ia melakukannya dengan baik dan itulah yang ia mampu, ia akan menganggapnya angin lalu. Bahkan terkadang ia sedikit cuek dengan tugas kelompok. Tapi usahanya dan keinginannya yang seringkali kuat membuatnya tak merasa ingin bermalas-malasan saja.

Tidak banyak kejadianku bersamanya, tapi kejadian yang paling kuingat adalah ketika ulangtahunnya yang ke 20. Aku yang berusaha menakut-nakutinya dengan rukuh saat malam hari malah aku dibuatnya terkejut karena sebenarnya dia sudah bangun terlebih dahulu…HAHAHA….usaha yang sia-sia.

5. Si Neriman (Cicik)

Wow…kesan pertamaku adalah ia mirip gaya Mitha The Virgin, dia seperti cowok dengan rambutnya yang pendek juga dengan badan dan pinggangnya yang kecil. Saat mengendarai sepeda dengan memakai  jaket, takkan ada yang menyadari ia adalah cewek. Tapi seiringnya waktu, ia juga mulai berdandan cantik dengan memanjangkan rambutnya dan mengenakan baju warna2 cewek.

Ia bukan orang yang ingin berpendapat saat orang tidak menanyakan pendapatnya. Ia akan menerima suara terbanyak meskipun itu tidak sesuai pendapatnya. Saat ada yang berbagi makanan atau hadiah juga ia akan diam saja dengan hanya nyletuk jika dia mendapatkan giliran terakhir mendapatkan jatah tersebut. Aku mempunyai kesan ia adalah orang yang neriman apa yang orang berikan padanya dan apapun keputusan kelompok dalam menyelesaikan sesuatu.

Meskipun sering juga aku menghabiskan waktu dengannya, tapi tak banyak kejadian yang paling kuingat bersamanya. Hanya saja aku selalu ingat kasihan padanya pada kejadian yang tidak beruntungnya, misalnya saja file tugasnya yang berubah, atau file skripsinya yang hilang, pernah juga nilai mata kuliahnya saja yang tidak keluar, padahal semuanya keluar. Sepertinya ia memerlukan dewa keberuntungan dalam beberapa hal :p.

6. Si Pemikir (Fibri)

Aku mengenalnya ketika kita menjadi satu kamar. Aku melihat ia seperti salah satu pemain film korea yang mengkisahkan tentang perjuangan koki kerajaan (Jang gem). Senyumnya yang ramah dan peduli dengan orang sekelilingnya membuatnya selalu terlihat baik di depan siapa saja.

Setelah beberapa lama aku mengenalanya aku baru memahami ia adalah pemikir yang kurang baik. Ia sering menjadi bingung dengan sesuatu yang sulit atau tidak tau bagaimana menyelesaikannya, dan inilah yang terkadang membuat orang di sekelilingnya bingung dan kesal. Karena itu sahabat yang lain takkan tega curhat jika memang tidak ada hubungannya denganya.Tapi ia adalah orang yang pantang menyerah untuk melakukan sesuatu yang memang harus ia selesaikan. Ia akan selalu berusaha meskipun jalan itu sulit. Ia juga adalah tipe orang yang akan selalu memuji jika memang itu pantas untuk dipuji.

Ia adalah orang yang jarang keluar dengan teman-temannya, tak banyak juga kenangan dengannya. Tapi yang sering aku ingat tentangnya adalah orang selalu berusaha tersenyum.

7. Si Adaptif (Mela)

Kegiatan pengenalan kampuslah yang memperkenalkanku dengannya. Kesan pertamaku adalah ia cantik dengan aksen desanya yang sepertinya melekat dalam tatanan bahasanya. Ia adalah cewek yang tidak merasa dikejar waktu dalam melakukan sesuatu. Ia akan mulai mengerjakan sesuatu ketika ada yang mulai melakukannya, mungkin karena ia merasa kurang percaya diri dengan hasil kerjanya.

Adaptif adalah kesan yang aku pikir ada dalam pribadinya. Ia akan selalu berusaha mengenal lingkungan barunya meskipun itu adalah lingkungan pertama ia di sana. Ia dapat menciptakan suasana obrolan awal yang santai dan akrab. Memanggil nama orang yang baru dikenalnya adalah cara yang dapat ia lakukan untuk mengakrabkan diri. Inilah yang sering membuatku nyaman di dekatnya saat ada di lingkungan baru. Selain imel, mela adalah GALS yang memiliki suara merdu (seharusnya mereka buat “MGM“…HAHAHA…).

Meskipun bukan aku yang turut serta secara langsung dalam kejadian ni tapi aku ikut serta dalam merencanakannya. Ketika ulang tahunnya yang ke 21, pacarnya menghubungi ku agar aku pura2 menjadi seseorang yang telepon mengaku sebagai kekasih gelap. Tapi karena saat itu aku tak memiliki nomor yang bisa di pakai, maka yang melakukannya adalah Cicik. Selama ± 5 hari dikerjain, Mela baru tau ternyata Cicik lah yang menyamar sebagai kekasih gelap pacarnya, ia begitu kesal sampai mau melempar Cicik dengan sepatunya dengan tetap senyum di wajahnya. Aku yang saat itu juga takut berusaha meredam amarahnya….HAHAHA…barulah akhirnya ia kesal dengan pacarnya karena punya ide demikian, tapi ia tak marah karena itu…Ia malah tertawa karena menyadari itu memang hari ulang tahunnya.

8. Si Hemat (Juli)

Dia adalah orang yang benar2 mengalami perubahan besar dalam pribadinya saat masa perkuliahan. Awal aku mengenalnya ia adalah sosok individu yang merasa tidak perlu berbicara jika memang bukan waktunya berbicara. Ia lebih memilih sendiri saat ia tidak melakukan apa2. Tapi dengan berjalan waktu yang cukup lama, ia adalah sosok  ceria, ia menjadi peduli dan mau berurusan dengan sahabat lainnya meskipun hanya sekedar bercanda. Ia menjadi sosok humoris dan menyenangkan ketika ia mencoba untuk masuk dalam dunia sahabat yang menyenangkan.

Aku menggunakan kata si hemat karena ia memang paling sangat amat hemat di antara GALS lainnya. Ia bahkan tidak berpikir untuk membeli sesuatu yang tidak terlalu diperlukannya, bahkan itu terkadang dalam hal makanan. Ini dikarenakan karena kehidupannya yang masih memerlukan penghematan yang cukup agar ia tetap bisa berkuliah. Tapi hal inilah yang terkadang perlu aku contoh dalam kehidupanku kelak, walaupun tidak secara ekstrim :p.

Banyak kenanganku bersamanya yang tak terlupakan karena ia yang membenci angkatan juga polisi membuat para sahabat selalu ingin menggodanya, bahkan saat di perjalanan. Tapi hal yang paling kuingat adalah ketika aku bercanda dengan nada bertengkar di depan tempat penyimpanan barang depan swalayan karena kita sama-sama lupa mengambil bon. Melihat kita yang terlihat bertengkar, penunggu barang berniat membantu untuk memanggil kasir, tapi kemudian kita hanya bilang tidak mas…kita cuma bercanda dan berlalu sambil tertawa…HAHAHAH….Mungkin penunggu barang tersebut melihat kita dengan keheranan.

9. Si Sibuk (Shanti)

Pertama melihatnya aku tak memahami sahabatku yang satu ini, ia adalah orang yang sedikit prefeksionis dan teoritis dalam sesuatu hal, sehingga ia akan selalu mengatakan pendapatnya ketika ngobrol meskipun kebanyakan dari yang lainnya kurang memahami itu. Tapi ia lemah dalam hal cinta mencinta, mungkin karena hal inilah yang sangat sulit untuk diteorikan :p.

Kesanku padanya adalah si sibuk, karena ia memang benar-benar sibuk. Tidak seperti vivin yang Easy going untuk bermain dan cari udara segar, tapi ia selalu mencari kesibukan organisasi yang bermanfaat baginya atau orang lain, seperti karate atau pecinta alam. Hal ini yang terkadang menyita waktu kuliahnya. Di sisi lain ia adalah orang yang selalu belajar dan membaca, karenanya pengetahuannya banyak dalam bidang yang ia gemari, takkan terlalu rumit baginya mengikuti pembelajaran jika memang ada catatannya.

Karena ia yang sibuk, kegiatan bersama dengannyapun sangatlah jarang sekali. Kegiatan yang paling menyenangkan bersamanya ketika perpisahan angkatan2007, karena saat itu kita bersama2 mengahbiskan kebersamaan.

10. Me

Gak tau deh pribadi seperti apa yang sahabat2ku pikirkan tentangku ….heheheh…..

PENGAJARAN REMEDIAL

Published 5 Maret 2012 by dyasahara

 

STRATEGI DAN TEKNIK PENDEKATAN

PENGAJARAN REMEDIAL 

            Sasaran akhir pengajaran remedial identik dengan pengajaran biasa, yaitu membantu siswa dalam batas-batas normalitas tertentu agar dapat mengembangkan diri seopimal mungkin sehingga dapat mencapai tingkat penguasaan atau ketuntasan (level of mastery) tertentu, sekurang-kurangnya sesua dengan batas-batas criteria kebingkatkan kepada progrerhasilan yang dapat diterima (minimum acceptable performance).

1.      STRATEGI DAN TEKNIK PENDEKATAN PENGAJARAN REMEDIAL YANG BERSIFAT KURATIF.

Tindakan pengajaran remedial bersifat kuratif jika dilakukan setelah program PBM terutama setelah selesai diselenggaraakan.program PBM dapat diartikan sebagai program untuk setiap pertemuan, untuk satuan ( unit) bahan pelajar(developmental)n atau satuan waktu (mingguan, bulanan, triwulan, semester, tahunan, dan sebagainya) tertentu

     Sasaran pokok dari tindakan ini agar:

·         Siswa yang prrestasinya jauh sekali di bawah nilai minimal suatu saat dapat mencapai keberhasilan minimal tersebut

·         Pada suatu saat siswa yang masih kurang bahkan tertinggal prestasinya dapat lebih disempurnakan bahkan mungkin ditingkatkankepada  yang lebih tinggi lag

Beberapa teknik pendekatan untuk mencapai sasaran pokok tersebut yaitu:

a.   Pengulangan (repetition)

Berdasarkan diaknostinya dibagi menjadi beberapa tingkatan yaitu:

1.         Setiap akhir jam pertemuan

2.         Setiap akhir unit(satuan bahan) pelajaran tertentu

3.         Pada akhir setiap satuan program study (triwulan/ semester/ tahunan tertentu)

Pelaksanaan layanan dapat diberikan secara:

1.         Secara perseorangan (individual)

2.      Berkelompok (peers group)

Waktu dan  cara pelaksanaannya juga ada berbagai kemungkinan, misalnya:

1.    Diadakan pada jam pertemuan kelas biasa berikutnya, kalu sebagian besar atau seluruh anggota kelas mengalami kesulitan yang serupa

2.    Diadakan di luar jam pertemuan biasa

3.    Diadakan kelas remedial(khusus bagi siswa-siswa tertentu yyang mengalami kesulitan belajar tertentu)

4.    Diadakan pengulangan secara total

b.  Pengayaan (enrichment) dan Pengukukuhan (reinforcement)

Layanan pengayaan yang ditujukan kepada siswa yang memiliki kelemahan ringan bahkan secara akademik mungkin sangat kuat(the gifted, the accelerated student)

Materi program pengayaan bersifat :

a.    Equivalen (horisontal)

b.    Suplementer

Cara teknik pelaksanaannya :

1.      Berupa tugas atau soal pekerjaan rumah, (bagi siswa yang relative lemah)

2.      Berupa tugas soal yang dikerjakan dikelas pada jam pelajaaran itu juga, sementara yang lain mengerjakan prograam PBM utamannya(bagi siswa yang cepat belajar

c.  Percepatan(acceleration)

Alternative lain yang dapaat kita berikan layanan pada kasus berbakat, tetapi menunjukkan kesulitan psikososial aatau egoemosional ialah dengan jalaan mengadakan akseleraasi atau promosi yang lebih tinggi kepada program PBM utama berikutnya.

ada dua kemungkinan pelaksanaannya :

1.         Promosi penuh ststus akademisnya ketempat yang lebih tinggi sebatas kemungkinannya, kalau memang yang bersangkutan menunjukkan keunggualan yang menyeluruh dari program study yang ditempuhnya dengan luar biasa, untuk ini dapat diadministrasikan suatu ”placement test” dari tingkat yang akan dia masuki

2.    Maju berkelanjutan (continuous progress) tidak diartikan sebagaai promosi status akademisnya secara menyeluruh, tetapi pada beberapa bidang study tertentu dimana layanan denagn program atau bahan pelajaaran yang lebih tinggi terbatas kemampuannya, status akademisnya tetap bersama teman seaangkatannya

 

2.      STRATEGI PENDEKATAN YANG BERSIFAT PREVENTIF

Pendekatan preventif bertolak dari pretest atau test of entering behaviours. Berdasarkan diagnosios pra pembelajaran (pre teaching diagnostik)ini, secara garis besar siswa dapat diidentifikaasi kedalam tiga kategori

1.    Siswa yang diprakirakan akan mampu menyelesaikan program pembelajaraan utama atau biasa sesuai dengan waktu yang telah disediakan (siswa normal rata-rata)

2.    Siswa yang diprakiraakan akan sanggup menyelesaikan program pembelajaran lebih cepat dari waktu yang telah ditetapkan (siswa cepat)

3.    Siswa yang diprakirakan akan lampat atau tidak dapat menyelesaikan program pembelajaran sesuai dengan batas lwaktu yang telah ditetapkan

Dari ketiga prakiraan diatas ada tiga teknik layanan pembelajaaran yang bersifat remedial

a.     Layanan kelompok belajar homogeny(hoogenious grouping)

Setelah diadakan penilaian siswa dikelompokan kedalam tiga kelompok homogeny (A= siswa cepat, B= rata-rata normal, C= lambat). Program pembelajaran ketiga kelompok itu ruang lingkupnya equivalen, tetapi diorganisasikan secara relative berbeda. Perbedbut terletak padaan tersebut terletak pada cara menenangkannya.

Yang terpenting dalam layanan ini adalah bagaimana ketiga kelompok itu dapat menyelesaikaan pembelajaran pada waktu yang relative bersamaan sehingga merekaa

b.    Layanan secara individual (individual based intruction)

Layanan ini sama dengan layanaan kelompok homogeny yaitu penyesuaian dengan kondisi objektif siswa. Pada pelayanaan teknik individual ini, layanan secara fundamental diberikan kepada siswa secara perorangan ataupun individual

Pada teknik layanan ini, setiap individu memiliki program terendiri. Memiliki kebebasan melakukan kegiatan atau konsultasi dengan tutor atau guru atau pihak lain.

c.       Layanan pembelajaran kelompok (kelas khusus remedial dan pengayaan)

Pada teknik ketiga ini prinsip dasarnya siswa berada pada satu kelas yang sama dan mengikuti program pembelajaran yang sam pula. Siswa yang memiliki kesulitan-kesulitan tertentu, telah disediakaan tempat, waktu untuk pelayanan remedial secaraa khusus. Demikian pula bagi siswa yang cepat belajaar disediakan program pengayaaan khusus.

 

3.      STRATEGI DAN TEKNIK PENDEKATAN PENGAJARAN REMEDIAL YANG BERSIFAT PENGEMBANGAN

Pendekatan pengembangan merupakan tindakan lanjut dari upaya diagnostic yang dilakukan guru selaama berlangsungnya program pembelajaran (during teaching diagnostik).

Sasaran utama pendekatan ini adalah agar siswa dapaat segera mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin dialaminya selama melaksanakan kegiatan pembelaajaran atau PBM, harapan akhir dari pelaksanan pendekatan ini adalah siswa diharapkan akan dapat menyelesaikan program secara tuntas sesuai dengan criteria keberhasilan yang telah ditentukan.

Strategi pendekatan ini dapat dioprasiomnalkan secara teknis dan sistematis, diperlukan adanya pengorganisasian program pmbelajaran atau PBM yang sistematis, seperti system pembelajaran berprogram, system modul, self instructional audio tutorial system dengan demikian proses pelayanan diagnostic dan remedial daapaat dilakukaan dari unit ke unit secara teratur.

BERMAIN HAMA BEADS

Published 5 Maret 2012 by dyasahara

 

1.      Pengertian dan Jenis-Jenis Bermain Hama Beads

Hama beads muncul pada tahun 1971 oleh Malte Haaning, yaitu pendiri pabrik sedotan minuman plastik yang kemudian mengalihkan perhatiannya pada manik-manik yang permintaanya saat itu besar.

Pada tahun 1984 merek dagang Hama didaftarkan, kata ‘Hama’ yang terdiri dari dua huruf pertama dari nama pendiri perusahaan. Merek Hama terus tumbuh dalam popularitas sampai hari ini, kini sedang dijual di lebih dari 60 negara.

Hama beads adalahkegiatan bermain yang didesain khusus untuk mengembangkan kreatifitas, imajinasi  dan keterampilan lainnya pada anak. Alat bermain yang digunakan terdiri dari manik-manik (beads) dan pegoard  (papan pasak). Manik-manik hama beads terdiri dari bermacam-macam warna. Mainan yang menggunakan manik-manik dapat mengajarkan anak tentang warna, bentuk, koordinasi, dan keterampilan motorik halus, serta membantu anak untuk belajar berhitung (Auerbach, 2004: 116).

Sedangkan papan pasak hama beads juga memiliki beragam bentuk yang menarik, seperti bentuk hewan, bintang atau bangun. Penggunaan papan pasak (pegboard) baik untuk melatih kefokusan dan otot kecil. Mainan dengan alat ini sangat baik juga untuk mengajarkan kecekatan, korrdinasi mata/tangan, dan membuat rangkaian (Auerbach, 2004: 91).

Hama beads terdiri dari tiga jenis berdasarkan ukuran manik-manik dan papan pasak yang digunakan, yaitu:

 

a.       Maxi adalah Hama Beads dengan ukuran 10 mm, cocok untuk anak-anak berusia 3-5 tahun yang masih belum mahir memegang benda-benda kecil.

b.      Midi adalah Hama Beads dengan ukuran 5 mm, cocok untuk anak-anak usia 5 tahun ke atas dan dewasa, tersedia dalam pilihan desain paling banyak.

c.       Mini adalah Hama Beads dengan ukuran 2.5 mm, cocok untuk anak berusia 8 tahun ke atas dan dewasa, dengan ukuran paling kecil juga menghasilkan desain paling halus.

2.      Tujuan dan Fungsi Bermain Hama Beads

Hama Beads telah didesain sedemikian rupa sehingga anak-anak tidak sadar sebenarnya mereka sedang belajar. Bahan yang digunakanpun telah didesain agar aman untuk anak. Adapun tujuan dan fungsi penggunaan bermain hama beads ini adalah untuk:

a.       Membantu keterampilan motorik halus

b.      Koordinasi mata dan tangan

c.       Pengenalan dan pencocokan warna

d.      Berlatih mengambil dan menempatkan barang kecil dengan tepat

e.       Mengenal bentuk dan lingkungan sekitar

f.       Meningkatkan imajinasi dan kreativias anak

3.      Keunggulan dan Kelemahan Bermain Hama Beads

Sebagai salah satu mainan yang digunakan anak, maka hama beads memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing, yaitu:

a.       Keunggulan

1)      Menarik perhatian anak dengan jenis warna manik-manik yang beragam dan berbagai bentuk dari papan pasak.

2)      Mudah diikuti dengan adanya petunjuk pola yang ada.

3)      Terbuat dari bahan yang aman untuk dimainkan anak-anak.

4)      Dapat dimainkan sendiri maupun bersama-sama.

5)      Dapat membantu anak mengenal warna dan bentuk.

b.      Kelemahan

1.      Tidak mudah ditemukan di segala tempat.

2.      Harga yang ditawarkan kurang bisa didapatkan semua kalangan.

3.      Papan pasak yang digunakan lebih mudah patah daripada mainan yang terbuat dari kayu.

4.      Penerapan Modifikasi Bermain Hama Beads pada Anak Cerebral Plasy

Salah satu terapi intervensi fisioterapi pada anak Cerebral Palsy sendiri adalah latihan gerak dengan pendekatan terapi permainan.  Selain berguna untuk mengembangkan potensi anak, bermain juga menjadi media terapi yang baik bagi anak-anak yang bermasalah. Bermain merupakan media yang baik dan sebagai stimulasi anak dengan gangguan perkembangan. Pada anak Cerebral Palsy, bermain dapat melatih keterampilan motorik halus dan kasarnya. Dalam bermain anak Cerebral Palsy diberikan keleluasaan gerak untuk mengikuti permainan (Murah: 2008).

Pendapat tersebut memberikan pernyataan bahwa perlu juga diberikan kegiatan permainan yang memiliki fungsi melatih, meningkatkan atau mengoptimalkan motorik anak Cerebral Palsy. Salah satu latihan yang diberikan adalah latihan motorik halus melalui modifikasi bermain hama beads.

Modifikasi bermain hama beads adalah permainan yang menggunakan manik-manik dan papan pasak.

Manik-manik adalah benda kecil dengan lubang di tengahnya yang dapat dirangkai dan digunakan untuk hiasan.

Menurut Rahardjo (2008) bermain dengan manik-manik bertujuan untuk mengembangkan konsep anak, misalnya merangkai manik-manik, pengembangan motorik halus, keterampilan indera dan kordinasi.

Sedangkan menurut Stevanne Auerbach (2007: 116), mainan yang menggunakan manik-manik (beads) dapat mengajarkan anak tentang warna, bentuk, koordinasi, dan keterampilan motorik halus, serta membantu anak untuk belajar berhitung.

Berdasarkan pendapat tersebut, dapat dikatakan bahwa mainan yang menggunakan manik-manik bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus, koordinasi indera dan pengembangan konsep.

Alat yang digunakan dalam modifikasi bermain hama beads lainnya adalah papan pasak. Papan pasak adalah papan berlubang dengan lubang yang teratur sehingga dapat dipasang pasak.

Menurut Anggani Sudono (2006: 65), mainan dengan menggunakan papan pasak bermanfaat sebagai kegiatan menghitung dan memadukan kemampuan motorik mata dengan tangan.

Sedangkan menurut Stevanne Auerbach (2007: 91) mengatakan bahwa papan pasak (pegboard) baik digunakan untuk melatih kefokusan dan otot kecil.

Pernyataan dari dua pihak tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan papan pasak dapat membantu melatih kemampuan motorik halus dan koordinasi mata dan tangan. Karena itu kegiatan modifikasi bermain hama beads dapat membantu mengoptimalkan kemampuan motorik halus anak Cerebral Palsy dalam hambatan motorik yang dimilikinya. Berikut ini tahap-tahap kegiatan modifikasi bermain hama beads pada anak Cerebral Palsy:

1.       Persiapan

Pada tahap ini dipersipakan alat yang digunakan. Anak diberikan penjelasan mengenai warna, benda di sekeliling serta kegiatan yang akan dilakukan.

2.      Modelling

Anak diberikan contoh terlebih dahulu cara mengambil dan memasukkan manik-manik ke dalam papan pasak yang telah disediakan.

3.      Kegiatan Inti

Pada tahap ini anak melakukan kegiatan menyusun manik-manik dalam papan pasak. Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan:

a.       Menyiapkan manik-manik (beads) dan papan pasak (pegboard).

b.      Menyiapkan desain/pola yang akan dibentuk di atas papan pasak untuk dicontoh anak.

c.       Anak memilih manik-manik yang disediakan.

d.      Anak menjumput manik-manik yang sesuai.

e.       Anak mengangkat manik-manik yang dipilihnya.

f.       Anak memasukkan manik-manik satu per satupada papan pasak untuk menciptakan sebuah desain/pola.

g.      Setelah anak mampu memasukkan mank-manik sesuai kemauannya, anak dapat memasukkan manik-manik sesuai dengan petunjuk desain/pola yang diletakkan di bawah papan pasak transparan. Anak hanya diminta memasukkan manik-manik sesuai dengan warna dan bentuk manik-manik yang ada dalam desain/pola.

4.      Evaluasi

Pada tahap ini anak melakukan kegiatan sesuai instrumen yang telah dibuat sebelumnya untuk mengetahui perkembangan kemampuan motorik halus.

 

LATIHAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS

Published 5 Maret 2012 by dyasahara

ANAK CEREBRAL PALSY

Anak Cerebral Palsy adalah berbagai perubahan yang abnormal pada organ gerak atau fungsi motor sebagai akibat dari adanya kerusakan/cacat, luka atau penyakit pada jaringan yang ada dalam rongga tengkorak (AACP dalam Salim, A, 1996: 13). Dengan terjadinya keadaan yang abnormal tersebut mempengaruhi perkembangan kemampuan motoriknya, baik motorik halus maupun motorik kasarnya.

Menurut Rusli Lutan (dalam Yuni, 2010: 12) kemampuan motorik halus adalah kemampuan untuk menggunakan otot kecil seperti jari tangan, lengan, yang sering membutuhkan kecermatan dan koordinasi mata dan tangan, contohnya seperti menulis dengan tangan.

Menurut Sri Rumini (dalam Jumadilah, 2010: 12), kemampuan motorik halus adalah kesanggupan untuk menggunakan otot tangan dengan baik terutama jari–jari tangan antara lain dengan menggerakkan pergelangan tangan, menggerakkan jari kaki, menggenggam, menjepit dengan ibu jari dan telunjuk.

Pendapat dari berbagai pihak tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik halus adalah keadaan dimana anak mampu melakukan gerakan melalui penggunaan otot-otot kecil atau anggota tubuh tertentu dengan kecermatan dan koordinasi yang baik seperti keterampilan menggunakan tangan. Sedangkan pada anak Cerebral Palsy, terjadi keterlambatan perkembangan motorik halus yang dapat diamati pada usia tertentu, yaitu:

1.      Tubuh terlalu lemas, atau tubuh terlalu kaku

2.      Tangan masih mengepal di usia > 4 bulan

3.      Terlambat ± 3 bulan belum bisa angkat kepala, 9 bulan belum bisa duduk, dsb

4.      Gangguan postur  seperti:

a)      Kedua tungkai bawah menyilang (posisi menggunting) jika badan diberdirikan, jika berjalan;  berjalan selalu jinjit

b)      Berjalan dengan paha dan lutut menekuk

5.      Tidak dapat menjumput benda kecil dengan ujung jari sampai usia 1 tahun

6.      Adanya dominasi salah satu sisi tangan sebelum usia 18 bulan

7.      Tetap memasukkan benda ke dalam mulut disertai ngiler berlebihan sampai usia 2 tahun. (Dewi, 2010)

 

Upaya melatih kemampuan motorik halus anak Cerebral Palsy yang mengalami keterbatasan tersebut perlu diberikan, sesuai dengan pendapat Mahmudah (2004) yang mengatakan bahwa pelatihan motorik halus diberikan dengan tujuan untuk melatih koordinasi motorik halus atau melemaskan otototot tangan yang kaku.

Parentingislami (2010) memberikan tambahan dengan pernyataannya mengenai kemampuan motorik halus bisa dikembangkan dengan cara anak-anak menggali pasir dan tanah, menuangkan air, mengambil dan mengumpulkan batu-batu, dedaunan atau benda-benda kecil lainnya dan bermain permainan di luar ruangan seperti kelereng.

Hamdani (2010) juga turut mengungkapkan bahwa keterampilan motorik halus ternyata memang harus melalui proses latihan yang rutin, berkelanjutan dan tepat sasaran. Hal ini bisa dibuktikan karena tidak semua anak pandai menggerakkan tangannya.

Upaya dalam mengembalikan fungsi penderita semaksimal mungkin, dari kondisi abnormal ke normal,dilakukan aktivitas yang terencana dengan memperhatikan kondisi penderita, sehingga penderita diharapkan dapat mandiri didalam keluarga maupun masyarakat. Salah satu aktivitas yang diberikan dapat melalui aktivitas bermain. Karena dengan bermain diharapkan dapat memperbaiki konsentrasi, koordinasi, motorik serta menumbuhkan bakat, hobby, minat serta kesenangan (Admin YPAC Semarang: 2010)..

Berdasarkan teori yang telah dikemukakan di atas, dapat diketahui bahwa pelatihan kemampuan motorik halus pada anak yang mengalami hambatan gerak sangat diperlukan dan dapat melalui aktivitas permainan dengan tujuan melatih koordinasi motorik halusnya.

Memberikan pelatihan motorik halus pada anak Cerebral Palsy tidak seperti diberikannya latihan pada anak normal, karena anak Cerebral Palsy yang memiliki hambatan dan kesulitan dalam melakukannya. Berikut ini  pelatihan motorik halus yang dapat dilakukan pada anak Cerebral Palsy:

1.      Meremas

      Anak diberikan latihan meremas-remas benda lunak yang dapat berubah bentuk, seperti plastisin atau kertas.

2.      Merobek kertas

      Latihan berupa merobek kertas sesuka hati dengan tujuan melatih motorik halus pada tangan anak.

3.      Memilih biji-bijian

      Anak disuruh memilih biji-bijian atau manik-manik tertentu untuk dipisah-pisah atau diletakkan pada temapat lainnya untuk dibentuk.

4.      Mewarnai

      Anak diberikan kebebasan untuk memilih warna dan mewarnai gambar yang diberikan, sehingga imajinasi dan konsentrasi anak lebih terasah.

5.      Menggunting

      Anak diminta untuk menggunting suatu pola yang diawali dengan pola garis lurus.

Sedangkan menurut Sunardi dkk (2007: 143), beberapa pelatihan motorik halus yang dapat dilakukan pada anak Cerebral Palsy adalah sebagai berikut:

1.      Meronce manik-manik

2.      Menyusun balok-balok

3.      Bermain lilin mainan (plastisin)

4.      Memasukkan balok-balok kayu, kelereng ke dalam kotak

5.      Bermain puzzle sederhana

6.      Bermain dengan mainan magnet

7.      Membengkokkan plastik atau pipa elastis

8.      Membuat kalung atau gelang kertas

9.      Permainan konstruksi dengan menggunakan lego dan sejenisnya

10.  Latihan menggunting

11.  Origami, menganyan kertas

12.  Latihan mewarnai gambar,dll

Menurut Azhar (2010) di lain pihak, strategi pengembangan motorik halus dapat dilakukan dengan beberapa cara,  bentuk dan aktivitasnya berupa:

1.      Melempar, dilakukan dengan bola berbagai ukuran dan arah lemparan dari gurua ke anak, atau sasaran tertentu.

2.      Menangkap dengan cara menangkap bola kain, bola plastik yang kurang memantul.

3.      Bermain Bola,  setelah anak terampil baru menggunakan bola dengan berbagai ukuran.

4.      Bermain ban dalam, digunakan untuk  latihan menggelinding dan menangkap.

5.      Aktivitas koordinasi mata dan Tangan, Menghubungkan dua titik yang berjauhan, mengarsir gambar, mewarnai dsb.

6.      Menjiplak (Tracing I)

7.      Menggunting, dengan beberapa teknik yaitu menggunting lurus ditepi kertas, menggunting lurus ditengah kertas. Memotong bentuk- bentuk geometri seperti bujur sangkar, empat persegi panjang, segi tiga, dsb.

8.      Menempel

9.      Melipat

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.